Jurnal : Pengamalan Pelajar Pancasila
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Om Swastiatu Namo Buddhaya Salam Kebajikan. Halo semuanya! Terima kasih saya utarakan sebesar-besarnya kepada yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca Blog saya. Izin memperkenalkan diri saya lagi, nama saya Nadine Raasyida yang mana merupakan seorang siswi tingkat akhir di SMAN 3 Bandung. Apa yang pertama kali anda pikirkan ketika mengetahui bahwa saya adalah seorang siswi SMA? Pasti setiap orang memiliki perbedaan pendapat dalam menjawab pertanyaan saya berdasarkan pemikirannya. Tapi bukan berarti saya tidak bisa mnerima perbedaan pendapat tersebut, justru saya harus menerima nya. Tak hanya saya, namun seluruh bagian dari masyarakat Indonesia juga harus menerima perbedaan pendapat yang terjadi, karena hal itu merupakan bentuk pengamalan Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia.
Membahas tentang pengamalan Pancasila. Sebagai pelajar, saya percaya bahwa Pancasila bukan sekadar teori yang dipelajari di kelas, jauh daripada itu menurut saya Pancasila merupakan sesuatu yang dapat kita jalani lewat hal-hal kecil setiap harinya. Tanpa kita sadari terdapat banyak kegiatan yang sudah kita lakukan dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, saya akan merefleksikan beberapa sikap dan kegiatan yang menurut saya mencerminkan nilai-nilai Pancasila selama seminggu terakhir.
Seperti yang kita ketahui Pancasila sendiri memilki lima sila yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Menjelaskan bahwasanya Indonesia adalah negara yang memelihara budi pekerti dan cita-cita rakyat. Oleh karenanya, setiap warga negara bebas beragama dan menjalankan kepercayaannya. Tidak ada seorang pun yang bisa memaksakan agama atau kehendaknya untuk orang lain. Artinya, kebebasan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dijamin negara.
Penerapan Sila ke-1 bagi saya adalah dengan toleransi sesama umat beragama, yaitu tidak memaksakan orang lain untuk ikut beribadah sesuai agama saya, dan walau pada orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama dengan saya, saya tidak memaksa mereka untuk beribadah saat sudah waktunya.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Berarti, tiap-tiap manusia diakui dan diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dalam kata lain, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban asasi yang sama. Hak dan kewajiban ini sama, baik di hadapan hukum maupun pemerintahan. Alhasil, faktor-faktor pembeda seperti suku, agama, kepercayaan, keturunan, jenis kelamin, maupun kedudukan sosial tidak berpengaruh.
Penerapan Sila ke-2 yang telah saya terapkan adalah saya mendengarkan cerita keluh kesah teman saya dengan empati tanpa menghakimi.
3. Persatuan Indonesia
Maknanya, sikap dan keyakinan bangsa Indonesia harus bersatu dalam satu negara bangsa yang meletakkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Intinya, biarpun Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa, agama, bahasa, dan status sosial yang berbeda, semuanya berada di bawah payung nama 'bangsa Indonesia'. Sebuah bangsa yang menempati wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbicara dengan bahasa persatuan.
Penerapan Sila ke-3 bagi saya yaitu, mengikuti upacara bendera sebagai bentuk menghargai Indonesia, selain saat bekerja kelompok hasil pemilihan oleh guru pada mata pelajaran Matematika saya bekerja dengan sungguh-sungguh dan saling membantu tanpa membeda-bedakan, saya juga menyempatkan hadir saat hari Rabu persiapan program kerja walaupun ada jadwal lain.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Berarti syarat kokohnya Indonesia adalah permusyawaratan dan perwakilan. Segala permasalahan dan aspirasi rakyat, harus dimusyawarahkan oleh wakil-wakil rakyat dalam lembaga perwakilan. Dengan demikian, prinsip ini menghilangkan dominasi mayoritas atau tirani minoritas.
Penerapan Sila ke-4 saya yaitu saat diskusi untuk menyelesaikan tugas kelompok, saya mendengarkan dan menerima pendapat setiap orang.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menegaskan bahwasanya kemakmuran masyarakat adalah prioritas nomor satu. Untuk mewujudkan kemakmuran ini, pemerintah Indonesia mesti menjalankan prinsip-prinsip keadilan sosial yang tercantum dalam UUD 1945.
Penerapan Sila ke-5 saya yaitu saya membagi tugas untuk pematerian bersama rekan saya secara adil, sebagai indikator adil rekan saya setuju pada pembagiannya, dan ketika rekan saya kesulitan saat menyampaikan saya membantunya.
Demikian refleksi pengamalan pelajar Pancasila saya selama seminggu terakhir. Terima kasih!
Sumber: https://www.detik.com/jogja/berita/d-7456368/makna-sila-sila-pancasila-dan-contoh-penerapan-dalam-kehidupan-sehari-hari
Komentar
Posting Komentar